Motivasi Kerja Karyawan, Seminar Motivasi Sukses, Seminar Motivasi Bisnis
Anda ngefans sama siapa?
Jason Statham atau Robert Downey Jr?
Justin Bieber atau Tayor Swift?
Ngefans berat?
Sungguh, kelak kita akan dikumpulkan dengan orang-orang yang kita cintai, walaupun kita belum pernah bertemu dengan orang-orang tersebut. Itu pesan guru saya.
Oleh karenanya, pastikan kita mencintai orang-orang yang tepat. Tatkala kita mencintai seseorang, maka kita akan senantiasa menyebut-nyebut namanya. Dengan senang hati pula kita menuruti kata-katanya, juga membelanya.
Dan manakala orang lain menyebut namanya, hati kita langsung bergetar! Itulah tanda-tanda cinta!
Cinta kadang tak perlu diucapkan. Namun terlihat nyata dari sikap kita. Apakah kita sering menyebut-nyebut namanya? Apakah kita menuruti kata-katanya? Begitu terdengar namanya, apakah hati kita langsung bergetar?
#JumatBerkah. Sekali lagi, pastikan kita mencintai orang yang tepat. Bukan mereka yang justru menjauhkan kita dari-Nya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Minggu, 18 September 2016
Motivasi Kerja Karyawan, Seminar Motivasi Sukses, Seminar Motivasi Bisnis
Motivasi Kerja Keras, Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM
Motivasi Kerja Keras, Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM
4 huruf, tapi bisa melipatgandakan berkah dan hasil. Ya, cuma 4 huruf...
Apa itu? A-j-a-k.
Maksudnya? Saya kasih contoh ya:
- Bangun awal dan AJAK orang bangun awal.
- Berbagi dan AJAK orang berbagi.
- Berbakti dan AJAK orang berbakti.
- Sukses dan AJAK orang untuk sukses.
- Kerja keras dan AJAK orang untuk kerja keras.
Begini. Kita mengajak orang pada kebaikan, bukan berarti kita ini 100% orang baik-baik. Belum tentu. Ini namanya mengingatkan dalam kebaikan dan sama-sama menuju kebaikan. Jika kita mengajak diri kita dan orang lain dalam kebaikan, maka sedikit-banyak ini akan mencegah kita jatuh dalam keburukan.
Demikian pula dengan kesuksesan. Kita mengajak orang pada kesuksesan, bukan berarti kita ini orang yang sudah sukses. Belum tentu. Ini namanya saling mengingatkan, saling menyemangati, dan sama-sama menuju kesuksesan. Jika kita mengajak diri kita dan orang lain dalam kesuksesan, maka sedikit-banyak ini akan mencegah kita jatuh dalam kegagalan.
Makanya follower saya selalu mengajak teman-temannya dan saudara-saudaranya untuk ikut seminar saya. Terutama yang gratis. Adalah egois kalau kita hanya mementingkan kesuksesan kita sendiri saja. Ya, egois.
Berbagi, misalnya. Mungkin Anda cuma sanggup Rp 20 ribu. Tapi itu bisa bernilai Rp 2 juta, kalau Anda MENGAJAK 100 orang untuk ikut berbagi. Kurang-lebih yah begitu.
Sholat dhuha, misalnya. Mungkin Anda cuma sanggup 4 rakaat. Tapi itu bisa bernilai 400 rakaat, kalau Anda MENGAJAK 100 orang untuk ikut ber-dhuha. Kurang-lebih yah begitu.
Demikianlah, cuma 4 huruf, tapi bisa melipatgandakan berkah dan hasil. A-J-A-K.
Mari, ajak kenalan-kenalan kita bergabung di grup WA ini.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Senin, 05 September 2016
Seminar Motivasi Kerja, Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi Kantoran
Seminar Motivasi Kerja, Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi Kantoran
Males kerja? Males ngantor?
Di mana-mana saya sering mengingatkan bahwa #KerjaItuIbadah (Work with Worship).
- Bukankah dengan bekerja, ia mencukupi dirinya sendiri, sehingga menjaga dirinya dari meminta-minta.
- Bukankah dengan bekerja, ia mencukupi keluarga inti dan membantu keluarga besar.
- Bukankah dengan bekerja, ia berusaha menjadi teladan terbaik bagi anak-anaknya.
- Bukankah dengan bekerja, ia berusaha untuk jujur dan gigih, agar menjadi amal jariyah bagi orangtua dan guru-gurunya.
- Bukankah dengan bekerja, ia menjalankan perannya sebagai khalifah, di mana ia pantang menyia-nyiakan potensi dan pantang berbuat kerusakan.
- Kerja itu ibadah, dakwah, amanah, anugerah, kehormatan, pelayanan, panggilan, aktualisasi, potensi, dan seni. Setidaknya, ada sepuluh makna. Dan inilah kelebihan kita, karena literatur Barat tidak mengenal konsep kerja sebagai ibadah.
Ya, kerja itu ibadah. Demikian pula bisnis dan kuliah, itu semua ibadah. Asalkan niatnya dan caranya benar. Mari ingatkan tim kita dan karyawan kita. Salah satu caranya dengan men-share tulisan ini kepada mereka. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Males kerja? Males ngantor?
Di mana-mana saya sering mengingatkan bahwa #KerjaItuIbadah (Work with Worship).
- Bukankah dengan bekerja, ia mencukupi dirinya sendiri, sehingga menjaga dirinya dari meminta-minta.
- Bukankah dengan bekerja, ia mencukupi keluarga inti dan membantu keluarga besar.
- Bukankah dengan bekerja, ia berusaha menjadi teladan terbaik bagi anak-anaknya.
- Bukankah dengan bekerja, ia berusaha untuk jujur dan gigih, agar menjadi amal jariyah bagi orangtua dan guru-gurunya.
- Bukankah dengan bekerja, ia menjalankan perannya sebagai khalifah, di mana ia pantang menyia-nyiakan potensi dan pantang berbuat kerusakan.
- Kerja itu ibadah, dakwah, amanah, anugerah, kehormatan, pelayanan, panggilan, aktualisasi, potensi, dan seni. Setidaknya, ada sepuluh makna. Dan inilah kelebihan kita, karena literatur Barat tidak mengenal konsep kerja sebagai ibadah.
Ya, kerja itu ibadah. Demikian pula bisnis dan kuliah, itu semua ibadah. Asalkan niatnya dan caranya benar. Mari ingatkan tim kita dan karyawan kita. Salah satu caranya dengan men-share tulisan ini kepada mereka. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Seminar Motivasi Pelajar, Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM
Seminar Motivasi Pelajar, Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM
Profesi dan posisi guru itu menyenangkan. Setidaknya, membuat Anda awet muda (karena selalu berinteraksi dengan manusia), senantiasa dikenang, dan sarat amal jariyah.
Saya pribadi berusaha menghubungi bahkan menemui guru-guru yang pernah mengajar saya. Karena teramat besar jasa mereka kepada saya. Begitulah, jasa mereka selalu dikenang.
Sebenarnya saya pun seorang guru. Itulah takdir saya. Hanya saja, predikatnya sedikit berbeda. Namanya motivator. Kedengaran lebih keren ya? Hehehe, sama saja.
Dengan izin Allah, saya pernah berseminar di Tokyo Institute of Technology, Osaka University, KAIST (Korea), Australian National University, Melbourne University, Curtin University, Queensland University, dan Al-Azhar University (Mesir).
Kenapa saya mengajar? Pertama, berinteraksi dengan manusia. Jangan salah, tidak semua profesi berinteraksi intens dengan manusia. Kedua, sarat dengan amal jariyah. Dan masih banyak alasan lainnya.
Sekiranya kita bukan guru, yah nggak apa-apa. Namun tetaplah melibatkan diri dalam kegiatan keilmuan. Misalnya, sebagai donatur di sekolah, donatur di pesantren, peneliti, dan lain-lain. Buat apa? Yah itu tadi, meraih amal jariyah.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Profesi dan posisi guru itu menyenangkan. Setidaknya, membuat Anda awet muda (karena selalu berinteraksi dengan manusia), senantiasa dikenang, dan sarat amal jariyah.
Saya pribadi berusaha menghubungi bahkan menemui guru-guru yang pernah mengajar saya. Karena teramat besar jasa mereka kepada saya. Begitulah, jasa mereka selalu dikenang.
Sebenarnya saya pun seorang guru. Itulah takdir saya. Hanya saja, predikatnya sedikit berbeda. Namanya motivator. Kedengaran lebih keren ya? Hehehe, sama saja.
Dengan izin Allah, saya pernah berseminar di Tokyo Institute of Technology, Osaka University, KAIST (Korea), Australian National University, Melbourne University, Curtin University, Queensland University, dan Al-Azhar University (Mesir).
Kenapa saya mengajar? Pertama, berinteraksi dengan manusia. Jangan salah, tidak semua profesi berinteraksi intens dengan manusia. Kedua, sarat dengan amal jariyah. Dan masih banyak alasan lainnya.
Sekiranya kita bukan guru, yah nggak apa-apa. Namun tetaplah melibatkan diri dalam kegiatan keilmuan. Misalnya, sebagai donatur di sekolah, donatur di pesantren, peneliti, dan lain-lain. Buat apa? Yah itu tadi, meraih amal jariyah.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kamis, 01 September 2016
Seminar Motivasi SDM, Seminar Motivasi Kantoran, Seminar Motivasi Korporat
Seminar Motivasi SDM, Seminar Motivasi Kantoran, Seminar Motivasi Korporat
"When you find yourself on the side of the majority, it's time to PAUSE and reflect." (Mark Twain)
Di dalam seminar motivasi, pasti orang rata-rata alias mayoritas enggan belajar. Sebut saja, malas belajar. Kita hendaknya melakukan yang sebaliknya. Belajar. Berguru. Bermurid.
Jadilah guru dan jadilah murid. Ibaratnya, kita punya orangtua, tapi juga punya anak. Itu sangat menyenangkan. Bisa mengajar dan juga bisa belajar.
Catat ya. Orang yang belajar itu open-minded, awet muda, tidak mudah pikun.
Termasuk, kegiatan menulis. Ketika anda berhasil menangkap seekor kijang, maka ikatlah. Jika tidak, sia-sialah keletihan dan pengorbanan Anda. Menulis itu mengikat ilmu.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
"When you find yourself on the side of the majority, it's time to PAUSE and reflect." (Mark Twain)
Di dalam seminar motivasi, pasti orang rata-rata alias mayoritas enggan belajar. Sebut saja, malas belajar. Kita hendaknya melakukan yang sebaliknya. Belajar. Berguru. Bermurid.
Jadilah guru dan jadilah murid. Ibaratnya, kita punya orangtua, tapi juga punya anak. Itu sangat menyenangkan. Bisa mengajar dan juga bisa belajar.
Catat ya. Orang yang belajar itu open-minded, awet muda, tidak mudah pikun.
Termasuk, kegiatan menulis. Ketika anda berhasil menangkap seekor kijang, maka ikatlah. Jika tidak, sia-sialah keletihan dan pengorbanan Anda. Menulis itu mengikat ilmu.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kamis, 18 Agustus 2016
Seminar Motivasi Perusahaan, Seminar Motivasi Korporat, Seminar Motivasi Kantoran
Seminar Motivasi Perusahaan, Seminar Motivasi Korporat, Seminar Motivasi Kantoran
Setiap orang memiliki wawasan dan pemahaman yang berbeda. Di sebuah seminar motivasi, seorang peserta bertanya, "Perlukah bisnis dikait-kaitkan dengan agama?" Sebagai motivator, saya berusaha menjawab.
Setiap orang memiliki wawasan dan pemahaman yang berbeda. Di sebuah seminar motivasi, seorang peserta bertanya, "Perlukah bisnis dikait-kaitkan dengan agama?" Sebagai motivator, saya berusaha menjawab.
Ada pula yang nyerocos, “Ini urusan bisnis, Mas. Ini urusan politik, Bung. Jangan bawa-bawa agama deh.” Nih orang, mulut dan akalnya sama-sama konslet, hehehe. Justru dalam segala aspek, yah agama mesti dibawa serta. Be spiritual!
Dalam hidup ini, tak ada satupun aspek yang terlepas dari tinjauan dan fatwa agama. Termasuk hubungan intim suami-istri sekalipun. Kebayang kalau jalanin bisnis dan politik tanpa mengindahkan rambu-rambu agama?
Wong sudah diwanti-wanti sama agama saja, kadang kita masih ngawur dan ngelantur! Apalagi kalau nggak ‘bawa-bawa agama’. Apa pendapat Anda?
Untuk mengundang Ippho Santosa sebagai motivator dalam seminar motivasi diri, seminar motivasi kerja, atau training motivasi diri, silakan SMS 0812-704-9090.
Untuk mengundang Ippho Santosa sebagai motivator dalam seminar motivasi diri, seminar motivasi kerja, atau training motivasi diri, silakan SMS 0812-704-9090.
Seminar Motivasi Kantoran, Seminar Motivasi Perusahaan, Seminar Motivasi Korporat
Seminar Motivasi Kantoran, Seminar Motivasi Perusahaan, Seminar Motivasi Korporat
Di seminar motivasi pegawai atau seminar motivasi pekerja, saya sebagai motivator Indonesia sering mengingatkan peserta soal berbagi dan tumbuh bersama.
Untuk mengundang Ippho Santosa dalam in-house seminar, klik www.ippho.com
Di seminar motivasi pegawai atau seminar motivasi pekerja, saya sebagai motivator Indonesia sering mengingatkan peserta soal berbagi dan tumbuh bersama.
Berbagi ilmu diyakini bisa membawa sederet kebaikan. Sebut saja, sedekah,
Sedekah kok bisa menola bala? Yah, bisa. Karena dari satu kebaikan terus tumbuh hingga 700 kebaikan. Nah, 700 kebaikan inilah yang kemudian ‘menahan’ bala, sehingga tidak jadi menimpa kita.
Sedekah juga bermakna tumbuh bersama. Pesan saya kepada karyawan-karyawan saya, "Perusahaan hanya bisa maju jika seluruh karyawan mau tumbuh bersama. Bukan jalan sendiri-sendiri."
Kadang, kita suka bicara yang muluk-muluk. Sebut saja, ingin memakmurkan Indonesia atau ingin memajukan umat. Yah, boleh-boleh saja. Namun hendaknya kita mulai dari yang terkeciiiiil. Dari mana? Dari rumah kita, dari kantor kita.
Maksudnya, dari orang-orang bekerja dengan kita. Misal, asisten rumah (PRT), babysitter, office boy, dan supir. Dream boleh besar. Action mulai dari yang terkecil. Dan dari situlah kasih-sayang hendaknya diulurkan. Right?
Saya berharap seminar proposal terkait berbagi dan tumbuh bersama dapat diterima di mana-mana. Insya Allah, kata Maher Zain.
Untuk mengundang Ippho Santosa dalam in-house seminar, klik www.ippho.com
Seminar Motivasi Korporat, Seminar Motivasi Kantoran, Seminar Motivasi Perusahaan
Seminar Motivasi Korporat, Seminar Motivasi Kantoran, Seminar Motivasi Perusahaan
Hehehe. Ya sudah. Kita berikan saja motivasi dan inspirasi kepada mereka yang berkenan. Insya Allah mereka akan dipertemukan dengan perubahan dan kesuksesan.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Namun Tida semuanya berkenan. Sebagian beralasan.
- Saat kita menyarankan sesuatu yang baru, alasannya "Saya nggak punya ilmu, nggak punya pengalaman."
- Saat diberitahu cara-caranya, katanya "Kamu sok tahu," atau "Ah ini susah," atau "Di sana sih berhasil, di sini belum tentu."
- Saat diberitahu investasi yang besar, alasannya "Saya nggak punya uang. Untuk makan saja susah."
- Saat diberitahu investasi yang kecil, alasannya " Malas ah. Hasilnya kekecilan, hasilnya kelamaan."
- Saat teman-temannya sukses duluan, alasannya "Itu kebetulan saja. Nasib orang kan beda-beda."
- Dikasih gratis, murah, atau refund, katanya "Mau memanfaatkan saya? Mau menipu saya? Kamu pikir saya bodoh?"
Dikasih motivasi, nggak percaya. Dikasih bukti, katanya pamer. Saat kita berhenti memberi motivasi, katanya "Kamu lagi bangkrut ya?" Hehehe. Ya sudah. Kita berikan saja motivasi dan inspirasi kepada mereka yang berkenan. Insya Allah mereka akan dipertemukan dengan perubahan dan kesuksesan.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Seminar Motivasi Karyawan, Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM
Seminar Motivasi Karyawan, Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM
Di seminar motivasi, saya kadang bertanya kepada peserta.
Kapan rezeki datang?
Sebenarnya, yah selalu datang.
Selagi kita masih ada umur.
Rezeki bukan soal gaji atau laba saja. Lebih luar dari itu.
Jangankan kita, hewan saja dijamin rezekinya. Jelek-jelek gitu, maling pun dijamin rezekinya. Yah, apalagi kita yang insya Allah orang baik-baik. Terlebih-lebih lagi kalau kita beriman.
Namun ada yang namanya rezeki tidak disangka-sangka. Sesuai namanya, tidak disangka-sangka, tapi datang seketika. Kapan datangnya? Saya pun berusaha mempelajari polanya, karena segala sesuatu ada polanya.
Alhamdulillah, sejak 2010 saya serius menulis tentang rezeki. Mulai buku 7 Keajaiban Rezeki sampai buku Percepatan Rezeki. Ada pula buku Magnet Rezeki. Akhirnya pola itu sedikit-banyak saya temukan.
Hm, apa saja polanya? Begini:
- Setelah kita berserah diri kepada-Nya (tawakal)
- Saat kita berusaha mematuhi perintah-Nya
- Saat kita berusaha menjauhi larangan-Nya
- Saat kita berikhtiar sungguh-sungguh
Itu pola umumnya, yang hampir semua orang sudah mengetahuinya.
Terus, apa pola khususnya? Ternyata banyak.
Saya berjanji akan sharing pola-pola khususnya di channel Telegram. Maka dari itu, ajaklah teman-teman kita untuk install Telegram dan bergabung di channel ipphoright (Telegram).
Klik >> telegram.me/ipphoright
Apalagi kita sama-sama tahu, saat kita sungguh-sungguh berharap orang lain membaik rezekinya, maka Dia Yang Maha Pemurah serta-merta memperbaiki rezeki kita. Dan ingat-ingatlah ini:
- Ingin cerdas, cerdaskan orang lain
- Ingin sukses, sukseskan orang lain
- Ingin doa terkabul, doakan orang lain
- Ingin dibantu Allah, bantu orang lain
- Ingin darah membaik, donor darah ke orang lain
- Dan seterusnya
Inilah kuncinya. Ketika Anda mengajak orang lain bergabung ke channel ini, niatkan sungguh-sungguh agar mereka membaik rezekinya. Istilah saya, berkah berlimpah. Sekali lagi, kuncinya pada kesungguhan niat.
Siap?
Untuk mengundang, klik www.ippho.com
Di seminar motivasi, saya kadang bertanya kepada peserta.
Kapan rezeki datang?
Sebenarnya, yah selalu datang.
Selagi kita masih ada umur.
Rezeki bukan soal gaji atau laba saja. Lebih luar dari itu.
Jangankan kita, hewan saja dijamin rezekinya. Jelek-jelek gitu, maling pun dijamin rezekinya. Yah, apalagi kita yang insya Allah orang baik-baik. Terlebih-lebih lagi kalau kita beriman.
Namun ada yang namanya rezeki tidak disangka-sangka. Sesuai namanya, tidak disangka-sangka, tapi datang seketika. Kapan datangnya? Saya pun berusaha mempelajari polanya, karena segala sesuatu ada polanya.
Alhamdulillah, sejak 2010 saya serius menulis tentang rezeki. Mulai buku 7 Keajaiban Rezeki sampai buku Percepatan Rezeki. Ada pula buku Magnet Rezeki. Akhirnya pola itu sedikit-banyak saya temukan.
Hm, apa saja polanya? Begini:
- Setelah kita berserah diri kepada-Nya (tawakal)
- Saat kita berusaha mematuhi perintah-Nya
- Saat kita berusaha menjauhi larangan-Nya
- Saat kita berikhtiar sungguh-sungguh
Itu pola umumnya, yang hampir semua orang sudah mengetahuinya.
Terus, apa pola khususnya? Ternyata banyak.
Saya berjanji akan sharing pola-pola khususnya di channel Telegram. Maka dari itu, ajaklah teman-teman kita untuk install Telegram dan bergabung di channel ipphoright (Telegram).
Klik >> telegram.me/ipphoright
Apalagi kita sama-sama tahu, saat kita sungguh-sungguh berharap orang lain membaik rezekinya, maka Dia Yang Maha Pemurah serta-merta memperbaiki rezeki kita. Dan ingat-ingatlah ini:
- Ingin cerdas, cerdaskan orang lain
- Ingin sukses, sukseskan orang lain
- Ingin doa terkabul, doakan orang lain
- Ingin dibantu Allah, bantu orang lain
- Ingin darah membaik, donor darah ke orang lain
- Dan seterusnya
Inilah kuncinya. Ketika Anda mengajak orang lain bergabung ke channel ini, niatkan sungguh-sungguh agar mereka membaik rezekinya. Istilah saya, berkah berlimpah. Sekali lagi, kuncinya pada kesungguhan niat.
Siap?
Untuk mengundang, klik www.ippho.com
Rabu, 10 Agustus 2016
Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi Karyawan, Seminar Motivasi SDM
Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi Karyawan, Seminar Motivasi SDM
Di seminar motivasi pendidikan, saya sebagai motivator Indonesia sering mengajak peserta untuk memiliki mental pemenang. Berusaha berpikir positif. Niscaya akan beruntung.
Alhamdulillah sejak 2010 sampai sekarang, di berbagai kesempatan saya membawakan seminar
7 Keajaiban Rezeki bareng Ary Ginanjar, Syafi’i Antonio, Aa Gym, Sandiaga Uno, Tung Desem Waringin, Bong Chandra, Merry Riana, Nurhayati Subakat (pemilik Wardah), Darnelly Guril (pemilik Arminareka), Heppy Trenggono, Habiburrahman El-Shirazy, Jamil Azzaini, dan lain-lain.
Sebagai pembicara seminar, kesempatan ini merupakan nikmat tersendiri bagi saya. Satu hal yang sering saya bahas di seminar adalah soal mental pemenang. Dalam keseharian, mereka yang bermental pemenang kadang bersikap terbalik. Dan rupa-rupanya ini malah menjadi motivasi sukses bagi mereka. Positif.
Misalkan saja:
- Sakit, tapi masih bisa tersenyum.
- Gagal, tapi masih bisa bahagia.
- Bangkrut, tapi masih bisa bersyukur.
- Miskin, tapi masih mau berbagi.
Memang tidak mudah, tapi bisa!
Kita, orang Indonesia, harus bisa!
Untuk mengundang Ippho Santosa dalam in-house seminar, SMS 0812-704-9090.
Di seminar motivasi pendidikan, saya sebagai motivator Indonesia sering mengajak peserta untuk memiliki mental pemenang. Berusaha berpikir positif. Niscaya akan beruntung.
Alhamdulillah sejak 2010 sampai sekarang, di berbagai kesempatan saya membawakan seminar
7 Keajaiban Rezeki bareng Ary Ginanjar, Syafi’i Antonio, Aa Gym, Sandiaga Uno, Tung Desem Waringin, Bong Chandra, Merry Riana, Nurhayati Subakat (pemilik Wardah), Darnelly Guril (pemilik Arminareka), Heppy Trenggono, Habiburrahman El-Shirazy, Jamil Azzaini, dan lain-lain.
Sebagai pembicara seminar, kesempatan ini merupakan nikmat tersendiri bagi saya. Satu hal yang sering saya bahas di seminar adalah soal mental pemenang. Dalam keseharian, mereka yang bermental pemenang kadang bersikap terbalik. Dan rupa-rupanya ini malah menjadi motivasi sukses bagi mereka. Positif.
Misalkan saja:
- Sakit, tapi masih bisa tersenyum.
- Gagal, tapi masih bisa bahagia.
- Bangkrut, tapi masih bisa bersyukur.
- Miskin, tapi masih mau berbagi.
Memang tidak mudah, tapi bisa!
Kita, orang Indonesia, harus bisa!
Untuk mengundang Ippho Santosa dalam in-house seminar, SMS 0812-704-9090.
Langganan:
Postingan (Atom)






